Gummy sarang walet pertama di IndonesiaTerdaftar BPOM & Halal
Panduan Nestlab

Beda gummy, jelly, dan minuman sarang walet

Oleh Tim NestlabTerbit Diperbarui

Gummy, jelly, dan minuman sarang walet sama-sama produk siap konsumsi; bedanya ada pada bentuk, cara menyimpan, dan cara menakar porsinya. Gummy berbentuk padat dan dihitung per butir, jelly bertekstur lembut dan biasanya dikemas dalam cup atau sachet, sedangkan minuman berbentuk cair dan umumnya dikemas dalam botol atau kaleng. Format yang tepat adalah yang cocok dengan kebiasaan Anda, asalkan labelnya jelas.

Perbandingan format

Ketiganya praktis dengan caranya masing-masing. Gummy mudah dibawa dan porsinya jelas per butir. Jelly dan minuman memberi pilihan tekstur lain bagi yang lebih suka tidak mengunyah. Kadar sarang walet berbeda-beda antarproduk, jadi bandingkan lewat label, bukan lewat bentuknya.

GummyPadat dan kenyal; porsi dihitung per butir; mudah dibawa
JellyTekstur lembut, biasanya dalam cup atau sachet; porsi per kemasan
MinumanCair, umumnya dalam botol atau kaleng; porsi per kemasan
PenyimpananBerbeda per produk; ikuti cara penyimpanan dan tanggal "Baik digunakan sebelum" di label
Kadar sarang waletBerbeda per produk; lihat persentase bahan di daftar bahan

Cara membaca label sebelum membeli

Label pangan olahan di Indonesia diatur BPOM. Label wajib memuat setidaknya nama produk, daftar bahan, berat atau isi bersih, nama dan alamat produsen atau importir, keterangan halal bagi yang dipersyaratkan, tanggal dan kode produksi, keterangan kedaluwarsa, nomor izin edar, dan asal-usul bahan tertentu. Beberapa bagian yang berguna saat membandingkan:

  • Daftar bahan: bahan baku diurutkan menurut jumlah yang digunakan, dari banyak ke sedikit, dan persentase bahan baku yang memberi identitas produk, seperti sarang walet, wajib dicantumkan di daftar bahan.
  • Pemanis: daftar bahan juga menunjukkan jenis gula atau pemanis yang dipakai.
  • Nomor izin edar: nomor ini bisa dicek di situs resmi Cek Produk BPOM.
  • Kedaluwarsa dan penyimpanan: tanggal kedaluwarsa didahului tulisan "Baik digunakan sebelum", dan produk yang tidak habis sekali makan wajib mencantumkan cara penyimpanan setelah kemasan dibuka.

Membeli dengan tenang

Kajian ilmiah mencatat adanya kasus bahan lain yang ditambahkan ke sarang walet saat pengolahan untuk menambah beratnya (Chok dkk., 2021). Karena itu, membeli produk terdaftar dari kanal resmi dan membaca labelnya membantu Anda lebih yakin dengan apa yang dibeli, apa pun formatnya.

Sebagai gambaran, gummy sarang walet Nestlab mengandung sekitar 30% sarang burung walet per gummy, tanpa gula tambahan (0 g) dan dimaniskan stevia, terdaftar BPOM, dan bersertifikat Halal. Anjurannya 1 sampai 2 gummy per hari, dengan masa simpan 12 bulan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mana yang lebih baik: gummy, jelly, atau minuman sarang walet?

Tidak ada format yang otomatis lebih baik. Pilih yang mudah Anda konsumsi secara rutin, lalu bandingkan kadar sarang walet, daftar bahan, dan nomor izin edarnya lewat label.

Bagaimana cara mengecek produk sarang walet terdaftar BPOM?

Cari nomor izin edar di label, lalu cek nomor tersebut di situs resmi Cek Produk BPOM (cekbpom.pom.go.id).

Bagaimana menyimpan gummy sarang walet Nestlab?

Simpan di suhu ruang, di tempat kering dan terhindar dari sinar matahari langsung. Masa simpannya 12 bulan.

Sumber

  1. Badan POM (JDIH) — Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021 dan Nomor 6 Tahun 2024
  2. Badan POM — Cek Produk BPOM
  3. Chok dkk. (2021), Frontiers in Pharmacology 12:746656 — kajian pustaka sarang burung walet